Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
HomeWelcome To My BlogMar 5, 2006
Welcome, selamat datang di blog multiply saya... Mudah2an ada manfaatnya bagi semua... Amien

Blog EntryMar 1, '09 2:14 AM
for everyone
Mungkin sdh ada yg tahu bhwa membuat EM4 dengan bahan usus hewan menimbulkan bau busuk yg kurang sedap, oleh karena itu, saya tuliskan cara membuat mikroba komposter EM4 dengan bahan2 tumbuhan yang tdk terlalu berbau busuk.

Bahan-bahan
  • Sampah sayur, terutama kacang-kacangan
  • Kulit buah-buahan (papaya, pisang, rambutan, mangga, dsb.)
  • Bekatul, secukupnya
  • Gula merah, sedikit saja
  • Air beras, secukupnya
Cara membuat:
  1. Sampah sayur, kulit buah-buahan dan bekatul dicampurkan. Tempatkan misalnya di dalam sebuah ember atau penampung yang lain. Tutup. Sambil kadang-kadang diaduk, biarkan selama satu minggu sampai membusuk sehingga menjadi EM1. EM singkatan dari Effective Microorganism, yaitu jasad renik "ganas" yang akan mempercepat proses pengomposan. Ditengarai dengan angka 1 karena inilah cairan mikroorganisme yang terbentuk setelah mengalami dekomposisi selama satu minggu.
  2. Cairan EM1 dicampur dengan sampah sayur dan kulit buah-buahan. Kemudian didiamkan lagi selama satu minggu. Cairan baru yang terbentuk disebut dengan EM2.
  3. Cairan EM2 dicampurkan dengan bekatul, gula merah dan air beras. Dan didiamkan lagi selama satu minggu sehingga menjadi EM3.
  4. Diamkan lagi selama satu minggu tanpa menambahkan apa-apa. Cairan itu telah menjadi EM4.


Photo Albumpadiku nan subur Feb 28, '09 7:00 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Inilah bukti bahwa pupuk organik yg dibuat dari kombinasi bahan2 organik (kotoran kandang ayam) dan mikroba DZA sangat2 bagus sekali. Dengan biaya produksi yg murah meriah (50% biaya pemupukan dengan pupuk kimia sintetis) tetapi hasil panennya tdk kalah, bahkan bisa anda lihat sendirilah di foto ini..

VideoFeb 28, '09 4:35 AM
for everyone
Ini juga padi yg ditanam dengan pupuk kandang ayam dan mikroba DZA



Download this and other original video files with Multiply Premium.

VideoFeb 28, '09 4:33 AM
for everyone
Ini adalah padi yg saya tanam dgn pupuk kandang ayam yg tentu saja byk sekam padinya, lalu dicampur mikroba DZA cair...didiamkan selama 10 hari di lahan sblm benih disemai dan ditandur.. Lihat betapa bagusnya !! OK



Download this and other original video files with Multiply Premium.

Blog EntryFeb 27, '09 12:24 AM
for everyone
Pupuk Hijau: adalah pupuk organik yang terbuat dari sisa tanaman atau sampah yang diproses dengan bantuan bakteri.

Bahan dan Komposisi:

200 kg hijau daun atau sampah dapur.
10 kg dedak halus.
¼ kg gula pasir/gula merah.
¼ liter bakteri (bisa dgn EM4).
200 liter air atau secukupnya.
Cara Pembuatan:

Hijau daun atau sampah dapur dicacah dan dibasahi. Campurkan dedak halus atau bekatul dengan hijau daun. Cairkan gula pasir atau gula merah dengan air.
Masukkan bakteri ke dalam air. Campurkan dengan cairan gula pasir atau gula merah. Aduk hingga rata. Cairan bakteri dan gula disiramkan pada campuran hijau daun/sampah+bekatul. Aduk sampai rata, kemudian digundukkan/ditumpuk hingga ketinggian 15-20 cm dan ditutup rapat. Dalam waktu 3-4 hari pupuk hijau sudah jadi dan siap digunakan.

Blog EntryFeb 27, '09 12:20 AM
for everyone
Prinsip yang digunakan dalam pembuatan kompos super adalah proses
pengubahan limbah organik menjadi pupuk organik melalui aktifitas biologis pada
kondisi yang terkontrol.
PROSES PEMBUATAN KOMPOS SUPER
1. Bahan yang diperlukan:
• Kotoran sapi : 80-83%
• Serbuk gergaji : 5%
• Bahan pemacu mikroorganisme (bisa dipakai EM4): 0,25%
• Abu Sekam : 10%n
• Kalsit/Kapur : 2%

Boleh menggunakan bahan-bahan yang lain asalkan kotoran sapi minimal 40%, kotoran
ayam maksimal 25%

2. Tempat
Sebidang tempat beralas tanah, ternaungi agar pupuk tidak terkena sinar matahari
dan air hujan secara langsung.

3. Prosesing
- Kotoran sapi (faeses dan urine) diambil dari kandang dan ditiriskan selama satu
minggu untuk mendapatkan kadar air mencapai ± 60%.
- Kotoran sapi yang sudah ditiriskan tersebut kemudian dipindahkan ke lokasi,
tempat pembuatan kompos super dan diberi serbuk gergaji, abu, kalsit/kapur dan
stardec sesuai dosis dan seluruh bahan dicampur diaduk merata.
- Setelah .seminggu di lokasi I, tumpukan dipindahkan ke lokasi 2 dengan cara
diaduk/ dibalik secara merata untuk menambah suplai oksigen dan meningkatkan
homogenitas bahan. Pada tahap ini diharapkan terjadi peningkatan suhu sampai
70 °C untuk mematikan pertumbuhan biji gulma sehingga kompos super yang
dihasilkan dapat bebas dari biji gulma.
- Seminggu kemudian dilakukan pembalikan untuk dipindahkan pada lokasi ke 3
dan dibiarkan selama satu minggu.
- Setelah satu minggu pada lokasi ke 3 kemudian dilakukan pembalikan untuk
membawa pada lokasi ke 4. Pada tempat ini kompos super telah matang dengan
warna pupuk coklat kehitaman bertekstur remah dan tidak berbau.
- Kemudian pupuk diayak/disaring untuk mendapatkan bentuk yang seragam serta
memisahkan dare bahan yang tidak di harapkan (misalnya batu, potongan kayu,
rafia) sehingga kompos super yang dihasilkan benar-benar berkualitas.
- Selanjutnya pupuk organik kompos super siap dikemas dan siap diaplikasikan ke
lahan sebagai pupuk organik berkualitas pengganti pupuk kimia.
- Kandungan Kompos Super
§ Moisture/kelembaban 45%±5
§ TotaI N >l,8l%
§ P0205 >1,89%
§ K20 >1,96%
§ Ca0 >2,96%
§ Mg0 >0,70%
§ C/N Ratio Maks 16%

Manfaat Penggunaan Kompos Super pada Lahan Pertanian
I. Mampu menggantikan atau mengefektifkan penggunaan pupuk kimia (anorganik)
sehingga biaya pembelian pupuk dapat ditekan.
2. bebas dari biji tanaman liar (gulma).
3. Tidak berbau dan mudah digunakan.
4. Menyediakan unsur hara yang seimbang dalam
tanah.
5. Meningkatkan populasi mikroba tanah sehingga
struktur tanah tetap gembur.
6. Memperbaiki derajat keasarnan (pH) tanah.
7. Meningkatkan produksi berbagai tanaman antara I0-30%.
Manfaat untuk Tambak
Cara ini akan menambah kesuburan fisik kimia dan biologis sehingga dasar tambak
mampu meredam efek buruk pemupukan sisa pakan, faeses, kulit udang dan sisa
bahan organik yang lain untuk di urai lebih sempurna. Dosis 1500-2000 kg/ha pada
dasar tambak diberikan saat pengolahan dasar tambak.

Blog EntryFeb 27, '09 12:18 AM
for everyone
Berikut ini adalah cara membuat kompos.
 
Ada beberapa alternatif cara yang dipilih sesuai kondisi lokal.
- Kompos jadi siap pakai
Pada daerah yang banyak terdapat sampah kota dan desa yang telah mengalami
proses pembusukan dan penghancuran yang cukup lama di alam terbuka, dapat
diterapkan cara ini, sebagai berikut:
- Gali tumpukan sampah (garbage atau sampah lapuk) yang sudah seperti
tanah
- Pisahkan dari bahan-bahan yang tidak dapat lapuk
- Jemur sampai kering, lalu ayak
- Bubuhkan 50 - 100 gram belerang untuk setiap 1 kg tanah sampah.

Bahan:
- 2 1 /4 hingga 4 m3 sampah lapuk (garbage)
- 6,5 m3 kulit buah kopi
- 750 kg kotoran ternak memamah biak (± 50 kaleng ukuran 20 liter)
- 30 kg abu dapur atau abu kayu

Cara Membuat
1). Buatlah bak pengomposan dari bak semen atau tanah.
Dasar bak cekung dan melekuk di bagian tengahnya. Buat lubang pada salah
satu sisi bak agar cairan yang dihasilkan dapat tertampung dan dimanfaatkan.
Atau buatlah bak pengomposan dengan menggali tanah ukuran 2,5 x 1 x 1 m
(panjang x lebar x tinggi) lalu diberi plastik di dinding2 tanah tsb dgn maksud agar kompos tdk berair dan terlalu lembek. 
2). Aduk semua bahan menjadi satu kecuali abu. Masukkan ke dalam bak
pengomposan setinggi 1 meter, tanpa dipadatkan supaya mikroorganisme
aerob dapat berkembang dengan baik. Kemudian taburi bagian atas
tumpukan bahan tadi dengan abu.
3). Untuk menandai apakah proses pengomposan berlangsung dengan balk,
perhatikan suhu udara dalam campuran bahan. Pengomposan yang baik
akan meningkatkan suhu dengan pesat selama 4 - 5 hari, lalu segera
menurun lagi.
4). Tampunglah cairan yang keluar dari bak semen. Siram ke permukaan
campuran bahan untuk meningkatkan kadar nitrogen dan mempercepat
proses pengomposan.
5). 2 - 3 minggu kemudian, balik-balik bahan kompos setiap minggu. Setelah 2 -
3 bulan kompos sudah cukup matang.
6). Jemur kompos sebelum digunakan hingga kadar airnya kira-kira 50 -60 %
saja.
Kalau di daerah kita tidak tersedia kulit buah kopi, cara ke II dapat diadaptasi
dengan menggantikan kulit buah kopi dengan hijauan seperti Iamtoro atau
lainnya.

- Kompos Sistem Bogor

Bahan :
- Sampah mudah lapuk (garbage)
- Jerami yang sudah bercampur dengan kotoran dan air kencing ternak.
- Kotoran ternak memamah biak
- Abu dapur atau abu kayu

Cara Membuat:
1). Timbuni campuran jerami dan sampah setinggi 25 cm di atas bedengan
berukuran 2,5 x 2,5 meter.
2). Timbun lagi campuran kotoran dan air kencing ternak di atas timbunan tadi
tipis-tipis dan merata.
3). Timbun lagi campuran jerami dan sampah-sampah setinggi 25 cm.
4). Tutup lagi dengan campuran kotoran dan kencing ternak.
5). Timbun bagian paling atas dengan abu sampai setebal ± 10 cm.
6). Balik-balik campuran bahan kompos setelah berlangsung 15 hari, 30 hari dan
60 hari.
7). Setelah di proses selama 3 bulan kompos biasanya cukup matang.
Agar pengomposan berhasil, buatlah atap naungan di atas bedengan
pengomposan sebab air hujan dan penyinaran langsung matahari dapat
menggagalkan proses pengomposan.

Inti dari arti pertanian organik adalah budidaya tanaman pangan yang tidak memakai pupuk ataupun racun hama yang berbahan kimia sintetik.  Oleh karena itu, kita sbg petani hrs mampu membuat pupuk organik dan teknik pengendalian hama sendiri secara organik.  Berikut ini saya tuliskan :

1. Membuat Pupuk Effective Microorganisme atau EM

Pupuk EM adalah pupuk organik yang dibuat melalui proses fermentasi menggunakan bakteri (microorganisme). Sampah organik dengan proses EM dapat menjadi pupuk organik yang bermanfaat meningkatkan kualitas tanah.

Beriikut langkah-langkah pembuatan pupuk menggunakan EM :

Pembuatan bakteri penghancur (EM).

Bahan-bahan :

Susu sapi atau susu kambing murni. Isi usus (ayam/kambing), yang dibutuhkan adalah bakteri di dalam usus. Seperempat kilogram terasi (terbuat dari kepala/kulit udang, kepala ikan) + 1 kg Gula pasir (perasan tebu) + 1 kg bekatul + 1 buah nanas + 10 liter air bersih.
Alat-alat yang diperlukan :

Panci, kompor dan blender/parutan untuk menghaluskan nanas.

Cara pembuatan :

Trasi, gula pasir, bekatul, nanas (yang dihaluskan dengan blender) dimasak agar bakteri lain yang tidak diperlukan mati. Setelah mendidih, hasil adonannya didinginkan.
Tambahkan susu, isi usus ayam atau kambing. Ditutup rapat. Setelah 12 jam timbul gelembung-gelembung. Bila sudah siap jadi akan menjadi kental/lengket. Diamkan selama total 4 minggu sampe bahan benar-benar sebagian besar menjadi cair


*Perlu diperhatikan susu jangan yang sudah basi karena kemampuan bakteri sudah berkurang. Sedangkan kegunaan nanas adalah untuk menghilangkan bau hasil proses bakteri.


2. Membuat Pestisida Alami

Pestisida adalah zat pengendali hama (seperti: ulat, wereng dan kepik). Pestisida Organik: adalah pengendali hama yang dibuat dengan memanfaatkan zat racun alami dari "gadung dan tembakau". Karena bahan-bahan ini mudah didapat oleh petani, maka pestisida organik dapat dibuat sendiri oleh petani sehingga menekan biaya produksi dan akrab denga lingkungan.

Bahan dan Alat:
2 kg gadung.
1 kg tembakau.
2 ons terasi.
¼ kg jaringao (dringo).
4 liter air.
1 sendok makan minyak kelapa.
Parutan kelapa.
Saringan kelapa (kain tipis).
Ember plastik.
Nampan plastik.
Cara Pembuatan:

Minyak kelapa dioleskan pada kulit tangan dan kaki (sebagai perisai dari getah gadung).
Gadung dikupas kulitnya dan diparut.
Tembakau digodok atau dapat juga direndam dengan 3 liter air panas
Jaringao ditumbuk kemudian direndam dengan ½ liter air panas
Tembakau, jaringao, dan terasi direndam sendiri-sendiri selama 24 jam. Kemudian dilakukan penyaringan satu per satu dan dijadikan satu wadah sehingga hasil perasan ramuan tersebut menjadi 5 liter larutan.

Dosis:
1 gelas larutan dicampur 5-10 liter air.
2 gelas larutan dicampur 10-14 liter air.

Kegunaan:
Dapat menekan populasi serangan hama dan penyakit.
Dapat menolak hama dan penyakit.
Dapat mengundang makanan tambahan musuh alami.

Sasaran: Wereng batang coklat, Lembing batu, Ulat grayak, ulat hama putih palsu.

Catatan: Meskipun ramuan ini lebih akrab lingkungan, penggunaannya harus memperhatikan batas ambang populasi hama. Ramuan ini hanya digunakan setelah polulasi hama berada atau di atas ambang kendali. Penggunaan di bawah batas ambang dan berlebihan dikhawatirkan akan mematikan musuh alami hama yang bersangkutan.

ReviewReviewReviewReviewReviewJun 25, '06 8:39 AM
for everyone
Category:Other
Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup." (Q.S. Al Anbiya:30) Dalam kitab-kitab tafsir klasik, ayat tadi diartikan bahwa tanpa air semua akan mati kehausan. Tetapi di Jepang, Dr. Masaru Em oto dari Universitas Yokohama dengan tekun melakukan penelitian tentang perilaku air. Air murni dari mata air di Pulau Honshu didoakan secara agama Shinto, lalu didinginkan sampai -5oC di laboratorium, lantas difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi. Ternyata molekul air membentuk kristal segi enam yang indah. Percobaan diulangi dengan membacakan kata, "Arigato (terima kasih dalam bahasa Jepang)" di depan botol air tadi. Kristal kembali membentuk sangat indah. Lalu dicoba dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang, "Arigato". Kristal membentuk dengan keindahan yang sama. Selanjutnya ditunjukkan kata "setan", kristal berbentuk buruk. Diputarkan musik Symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga. Ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristal hancur.

Ketika 500 orang berkonsentrasi memusatkan pesan "peace" di depan sebotol air, kristal air tadi mengembang bercabang-cabang dengan indahnya. Dan ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam dengan lima cabang daun muncul berkilauan. Subhanallah. Dr. Emoto akhirnya berkeliling dunia melakukan percobaan dengan air di Swiss, Berlin, Prancis, Palestina, dan ia kemudian diundang ke Markas Besar PBB di New York untuk mempresentasikan temuannya pada bulan Maret 2005 lalu. Ternyata air bisa "mendengar" kata-kata, bisa "membaca" tulisan, dan bisa "mengerti" pesan. Dalam bukunya The Hidden Message in Water, Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk.

Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain. Barangkali temuan ini bisa menjelaskan, kenapa air putih yang didoakan bisa menyembuhkan si sakit. Dulu ini kita anggap musyrik, atau paling sedikit kita anggap sekadar sugesti, tetapi ternyata molekul air itu menangkap pesan doa kesembuhan, menyimpannya, lalu vibrasinya merambat kepada molekul air lain yang ada di tubuh si sakit.

Tubuh manusia memang 75% terdiri atas air. Otak 74,5% air. Darah 82% air. Tulang yang keras pun mengandung 22% air. Air putih galon di rumah, bisa setiap hari didoakan dengan khusyu kepada Allah, agar anak yang meminumnya saleh, sehat, dan cerdas, dan agar suami yang meminum tetap setia. Air tadi akan berproses di tubuh meneruskan pesan kepada air di otak dan pembuluh darah. Dengan izin Allah, pesan tadi akan dilaksanakan tubuh tanpa kita sadari. Bila air minum di suatu kota didoakan dengan serius untuk kesalehan, insya Allah semua penduduk yang meminumnya akan menjadi baik dan tidak beringas.

Rasulullah saw. bersabda, "Zamzam lima syuriba lahu", "Air zamzam akan melaksanakan pesan dan niat yang meminumnya". Barangsiapa minum supaya kenyang, dia akan kenyang. Barangsiapa minum untuk menyembuhkan sakit, dia akan sembuh. Subhanallah ... Pantaslah air zamzam begitu berkhasiat karena dia menyimpan pesan doa jutaan manusia selama ribuan tahun sejak Nabi Ibrahim a.s.

Bahwa air tidak sekadar benda mati. Dia menyimpan kekuatan, daya rekam, daya penyembuh, dan sifat-sifat aneh lagi yang menunggu disingkap manusia. Islam adalah agama yang paling melekat dengan air. Shalat wajib perlu air wudlu 5 kali sehari. Habis bercampur, suami istri wajib mandi. Mati pun wajib dimandikan. Tidak ada agama lain yang menyuruh memandikan jenazah, malahan ada yang dibakar. Tetapi kita belum melakukan zikir air. Kita masih perlakukan air tanpa respek. Kita buang secara mubazir, bahkan kita cemari. Astaghfirullah. Seorang ilmuwan Jepang telah merintis. Ilmuwan muslim harus melanjutkan kajian kehidupan ini berdasarkan Al Quran dan hadis.

ReviewReviewReviewJun 8, '06 1:45 PM
for everyone
Category:Other
Sehubungan dengan musibah yang menimpa kita, mari kita
renungkan ayat dari Al Qur'an surat Al Hadid (57):20-24

20. Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; Kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning Kemudian menjadi hancur.
dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

21. Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah mempunyai karunia yang besar.

22. Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam Kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu
adalah mudah bagi Allah.

23. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. dan Allah tidak
menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,

24. (yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. dan barangsiapa yang berpaling (dari perintah-perintah Allah) Maka Sesungguhnya
Allah Dia-lah yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

ReviewReviewReviewJun 8, '06 1:13 PM
for everyone
Category:Other
SEHAT DALAM PERSPEKTIF SUFI



Salah satu tradisi yang digemari kaum sufi adalah kecenderungannya untuk berkhidmat, menolong dan memuliakan manusia. Tradisi itu diyakini sebagai upaya untuk mendekati Tuhan. mereka meniru akhlak Tuhan sebanyak-banyaknya dan menyerap sifat-sifat-Nya untuk dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu sifat Tuhan yang paling menonjol adalah belas kasih sayang-Nya terhadap manusia. Para sufi berusaha menyebarkan dan memberikan belas kasih ini ditengah-tengah kehidupan manusia. Menjadi penenang hati yang gundah, peneduh jiwa yang gersang, penolong orang yang susah, petunjuk bagi yang sesat dan menjadi “dokter” bagi orang yang sakit. Bakti terhadap manusia yang dianggap paling mulia, diyakini sebagai anugerah langsung dari Tuhan oleh para sufi adalah baktinya untuk mengobati orang sakit.

Para sufi tidak memisahkan antara penyakit fisik, pikiran dan jiwa, semuanya saling mempengaruhi. Mereka berusaha menyeimbangkan ketiga unsur di atas agar tetap harmonis. Bagi mereka, manusia bukan hanya sebongkah tubuh yang kasat mata saja tapi memiliki wilayah bathin, yang merupakan penghubung langsung dengan Tuhan, yaitu jiwa tempat cahaya-Nya bersemayam. Kesehatan jiwa inilah yang diusahakan terus-menerus oleh kaum sufi. Pengobatan jiwa diposisikan sebagai pengobatan yang paling utama dan merupakan pusat dari tubuh dan pikiran. Jika jiwa seseorang sehat maka tubuh dan pikiran pun akan terkondisiokan untuk tetap sehat. Sebelum melakukan pengobatan, mereka biasanya mendiagnosa pasien terlebih dahulu. Apakah yang sakit itu badan, jiwa atau pikirannya. Jika badan yang sakit, maka mereka menggunakan kekayaan alam, seperti tumbuh-tumbuhan dan hewan, yang diramu khusus tanpa dicampur zat lain sebagai obatnya. Pengobatan ini dipersiapkan untuk kesehatan fisik, darinya akan terbentuklah kesehatan fisik. Para sufi menawarkan cara tersendiri untuk memahami masalah, mengenali diri dan lingkungannya, memaknai hidup, mencari kebenaran, kebahagian dan kedamaian. Untuk keselamatan dunia akhirat.

Jika manusia sudah memiliki kesehatan fisik dan mental secara optimal, maka pengobatan dilanjutkan kepada pengobatan jiwa (spiritual). Pada tahap ini seseorang diajak untuk membuka kesadarannya akan ketuhanan secara luas, dengan menjalani sebuah latihan atau ibadah khusus yang bertujuan untuk menlenyapkan sifat-sifat tercela dan menumbuhkan sifat-sifat yang baik. Ibadah khusus yang dilakukan berfungsi sebagai sebuah jalan untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Agama dan keimanan merupakan basis terpenting dalam pengobatan jiwa. Karena pada prinsipnya. Agama mengajarkan berbagai macam bentuk ibadah yang bertujuan untuk memelihara kesucian dan keagungan ruhani manusia, agar seluruh perilakunya mengarah pada yang suci dan agung pula. Dalam pencapaian spiritual ke tingkat yang lebih tinggi, agama dapat diposisikan sebagai sure of the soul, penyembuhan ruhani. Sedangkan keimanan merupakan suatu energi yang memotivasi seseorang untuk melaksanalkan ajaran agamanya secara teguh dan kontinyu. Sehingga jiwanya mendapat pengobatan yang intensif dan menperoleh kesehatan spiritual yang maksimal dengan kondisi jiwa yang tenang. Jiwa ini disebut nafs al-mithmainnah.

Untuk jiwa yang sakit kaum sufi menpergunakan beberapa metoda penyembuhan, antara lain:dzikir, shalat dan puasa. berdzikir merupakan latihan dasar bagi orang dalam mengobati jiwanya. Potensi ruh (energi) dan hati yang ada dalam jiwa akan teraktifkan dengan dzikir. Dengan demikian, komunikasi dengan Tuhan dan pengetahuan tentang cara hidup yang harus dijalani akan diperoleh. Hidup akan terarah dengan benar dan kembali pada Tuhan dengan selamat. Dzikir adalah sebuah cara agar Tuhan selalu menerangi hati dan mebimbing kehidupan. Hati manusia yang begitu keras bagaikan batu dan condong pada dunia akan luluh dengan dzikir yang terus-menerus. Hati pun akan menjadi lembut untuk menperoleh cahaya Tuhan.

Shalat juga akan membuat jiwa sehat apabila kita lakukan dengan khusyu. Dalam shalat, tubuh, jiwa dan pikiran diajak bersatu pada yang tunggal yaitu Allah SWT. Dengan demikian, kehadiran Tuhan akan dirasakan karena di asini kita meniadakan selain-Nya. Shalat adalah sebuah perjalanan panjang yang merangkum perjalanan hidup kita, seakan-akan disadarkan akan asal dan tujuan hidup. Manusia bukan hanya makluh yang harus menperoleh kebahagiannya di bumi saja, tapi manusia adalah makluh spiritual, makluh suci yang harus menjaga kesucian dan kembali kepada Tuhan. Sebagaimana rumi bersyair,”manusia bagaikan sepotong bambu yang tercerabut dari rumpunnya setiap saat dirinya gelisah dan menangis karena rindu untuk kembali ke tempat asalnya yang suci.”

Adapun puasa, merupakan latihan untuk memperhalus perasaan kita, mengasah keperdulian terhadap penderitaan sesama dan lingkungannya, serta menumbuhkembangkan sifat-sifat kemanusiaan, agar nampak dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih, puasa merupakan cara untuk melepaskan kecenderungan jiwa yang terdominasi keinginan-keinginan tubuh. Kehidupan kita hanya peka terhadap kebutuhan tubuh. Sedangkan jiwa tidak diperhatikan dan akhirnya berpenyakit Suhrawardi al-maqtul mengatakan bahwa puasa berfungsi mengurangi beban material tubuh, menurutnya, tubuh tercipta dari bahan kasar, berupa tanah lempung (basah). Sedangkan jiwa tercipta dari bahan halus yang merupakan aspek batin manusia yang merupakan hembusan nafas Tuhan dalam jiwa untuk menuntun tubuh memahami ayat-ayatNya. Jiwa tidak bisa mengaktifkan potensi ruh ini, karena terpenjara oleh kekuasaan tubuh dan mendominasinya sehingga jiwa semakin terpuruk dan terhalangi oleh gelapnya tubuh yang bersifat materi. Ketika manusia banyak memuaskan keinginan tubuhnya dengan mengkonsusi materi, maka semakin tambahlah sisi materialnya, dan semakin sulit baginya untuk keluar dari tubuh, dan menangkap pesan-pesan Tuhan dengan cahaya ruh-Nya. Dengan puasa, materi tubuh dapat dikurangi dan jiwa mulai nampak keluar, memimpin tubuh dengan kekuatan ruhaninya dan menjadika seluruh anggota tubuh agar memahami seluruh ciptaan Tuhan yang bersifat materi atas perintah jiwa. Dengan demikian teraktiflah seluruh potensi yang ada dalam diri manusia sesuai fungsinya, yaitu menjaga kesuciannya. Hanya dengan penerangan Tuhanlah manusia bisa kembali dengan suci.

Pandangan kaum sufi tentang konsep sehat di atas, bersifat lebih menyeluruh, mereka menganggap bahwa tubuh adalah satu kesatuan yang utuh. Sebentar lagi kita akan memahami bahwa konsep sufi dalam hal ini tidaklah jauh beda dengan ilmu kedokteran holistik.

Ada kesamaan yang dikembangkan dan ditanamkan dalam diri si pasien dalam proses pengobatannya. Salah satunya adalah konsep “keyakinan”. Baik kaum sufi maupun tabib, membenankan keyakinan, agar proses penyembuhan dapat berjalan baik. Tanpa keyakinan yang kuat, kecil kemungkinan sembuh diperoleh.

Kaum sufi lebih suka mengajak kepada hal-hal yang ada dalam diri manusia. Maka metode yang diterapkannya merupakan metoda untuk kesehatan diri yang hanya dapat diperoleh atas inisiatif pasien diri sendiri. Seorang sufi hanya bertindak sebagai pembimbing, bukan penyembuh. Membimbing ke arah yang diharapkan, yakni kesembuhan. Penentu kesembuhan hanyalan Allah Azza Wa Jalla.

Namun kita akan segera melihat bahwa secara konseptual, penyembuhan cara sufi ini menpunyai banyak kekurangan. Cara mereka dalam memandang sehat, metoda penyembuhan dan lain-lain belum banyak kita dapatkan. Sumber buku yang membahas “sehat cara sufi”, sebagian besar di tulis bukan oleh seorang sufi, tapi oleh orang yang mempunyai pengetahuan tentang kesufian. Kita pun patut bertanya, siapa sebenarnya berhak menyebut dirinya atau orang lain sebagai sufi?

Dalam hal ini belum ada penjabaran yang terperinci di kalangan sufi sendiri tentang beberapa metoda yang dijelaskan diatas, seperti metoda szikir, shalat dan puasa yang dikhususkan pada kesehatan.

Namun beberapa kelompok atau organisasi yang secara khusus mnengembangkan metoda ibadah menuju khusyu’, banyak para anggotanya mengalamini peningkatan kesehatan fisik dan psikis. Hal ini menunjukkan korelasi ibadah yang khusyu’ bisa menpengaruhi pola pikir dan pola hidup yang membawa dampak ketenangan pikiran dan keteraturan hidup. Tidak heran bila para anggotanya yang mengalami peningkatan kesehatan secara dratis.


Photo AlbumNew Album 3May 27, '06 4:20 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

Photo AlbumAura pd jari2May 25, '06 9:39 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Ini deteksi energy pd jari2 manusia yg normal

Photo AlbumAlbum Foto2 AuraMay 25, '06 9:31 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Semuanya ttg Aura deh...

ReviewReviewReviewReviewMay 25, '06 9:21 AM
for everyone
Category:Other
Subject: Pusaran Alam Semesta

SELARASKAN DIRI

PUSARAN ALAM SEMESTA

Tidak ada benda diam di alam semesta ini. Semuanya sedang bergerak. Dan
uniknya, semua bergerak mengikuti sebuah pusaran dengan pola tertentu. Dari
kecil semakin membesar. Dan akhirnya menuju sebuah pusaran raksasa sebesar
alam semesta.

Memang tidak semuanya bergerak searah. Tetapi dalam skala yang lebih
besar selalu terbentuk keseimbangan dari gerakan yang berbeda arah itu.
Sejumlah kawan ada yang menduga bahwa gerakan semua benda di alam semesta
mengikuti gerakan bertawaf, yaitu berlawanan dengan arah jarum jam.

Tetapi itu tidak nnemperoleh pijakan dalam realitas. Karena mulai dari
partikel terkecil, di dalam inti atom maupun elektron-elektron di luarnya
ada yang berputar searah jarum jam atau sebaliknya. Demikian pula di alam
makro, benda-benda langit ada yang berputar searah jarum jam atau
berlawanan dengannya, yang disebut sebagai putaran retrograde.

Termasuk makhluk hidup, tidak semuanya bergerak searah. Bahkan banyak
yang berlawanan arah. Jadi, kita tidak boleh mengambil penyederhanaan
sedrastis itu, dengan menyimpulkan seluruh gerakan benda di alam semesta
sedang melakukan gerakan yang searah dengan gerakan tawaf. Akan tetapi,
yang menarik, memang dalam skala yang lebih besar semua benda membentuk
sebuah sistem keseimbangan dalam pusaran yang lebih besar. Dan semakin
besar. Semakin besar, sampai entah seberapa besar...

Dalam bagian ini saya hanya ingin memberikan gambaran kepada pembaca
bahwa seluruh alam semesta sedang bergerak dalam sebuah tatanan tunggal
yang berpusat di satu 'titik' di pusat alam semesta. Tidak ada benda yang
diam. Semuanya bergerak berpusar-pusar tunduk kepada 'Hukum' yang 'Satu'.

Pusaran itu tidak hanya berhenti pada langit pertama saja. Kita tahu,
bahwa alam semesta ini sebenarnya terdiri dari 7 ruangan langit yang yang
tersusun secara dimensional. Ruang berdimensi 3 sampai ruang yang
berdimensi 9

Selama ini kita mempersepsi pergerakan itu hanya berlaku pada benda-benda
pengisi langit. Seperti planet, matahari, gugusan bintang alias galaksi,
superkluster dan seterusnya. Namun agaknya kita harus memandangnya dalam
skala yang lebih besar lagi. Bahwa alam semesta ini tersusun dari Ruang,
Waktu, Materi, Energi dan Informasi. Kelima parameter itulah penyusun alam
semesta.

Jika materi bergerak, pasti energinya juga bergerak. Kalau geraknya
berpusar, energinya juga akan ikut berpusar. Dalam waktu yang bersamaan,
materi dan energi itu berada di dalam ruang dan waktu. Padahal dimensi
waktu 'mengikat' materi dan energi, sehingga materi dan energi mengalami
perubahan menjadi bertambah tua, seiring dengan berjalannya waktu.

Maka, secara sederhana, kita pun bisa mengambil kesimpulan bahwa 'waktu'
yang mengikat materi dan energi itu ikut bergerak berpusar-pusar.

Namun karena Waktu adalah dimensi yang mengikat materi dan energi, maka
pusaran 'waktu' bergerak dalam skala yang lebih besar dibandingkan pusaran
materi dan energi.

'Waktu' bergerak melingkar dan linear sekaligus, seiring dengan
perkembangan alam semesta yang sedang mekar. Dalam sudut pandang yang lebih
kecil - langit pertama -, waktu seperti bergerak mengikuti garis lurus ke
arah depan. Tapi dari sudut pandang yang lebih besar -langit kedua waktu
bergerak melingkar dan berpusar.

Seluruh benda dan energi pengisi langit pertama bergerak berpusar dengan
berpusat di tengah-tengah langit pertama, yang sampai sekarang belum
ketahuan tempatnya. Akan tetapi, dalam waktu yang bersamaan, langit pertama
ini berpusar mengitari pusat langit kedua. Termasuk ruang dan waktu,
bergerak mengitari pusat langit kedua. ini dimungkinkan, karena
langit-langit itu berjenjang secara dimensional.

Coba bayangkan sebuah bola yang berputar. Bola adalah sebuah benda
berdimensi 3. Punya 3 ukuran, yaitu garis membujur, garis melintang, dan
diameteral ke dalam bola. Atau kalau pada 'benda kotak', ada yang disebut
panjang, lebar dan tebal.

Karena ia benda 3 dimensi, maka ia memuat benda-benda dua dimensi dalam
bentuk luas sisi kotak atau luas permukaan bola. Dan, benda 1 dimensi
berupa garis-garis yang membujur atau melintang, atau pun yang mengarah
masuk ke pusat bola secara diameteral.

Nah bayangkan, seluruh garis-garis yang berdimensi 1 itu sedang
berputar-putar di permukaan bola. Masing-masing membentuk lingkaran
kecil-kecil. Lingkaran kecil-kecil itu kemudian mengitari lingkaran yang
lebih besar. Jadi, lingkaran besar dibentuk oleh sejumlah lingkaran yang
lebih kecil.

Seperti: bulan mengeliling bumi. Bumi dan bulan mengelilingi matahari.
Bulan, bumi dan matahari mengelilingi pusat galaksi. Galaksi-galaksi
mengelilingi superkluster. Dan seterusnya. Begitulah. Bayangkan, di
permukaan bola itu adalah lingkaran-tingkaran yang semakin besar seperti
sistem alam semesta tersebut.

Maka, kalau bola itu kita putar, lingkaran-lingkaran yang ada di
permukaan bola itu pun akan ikut berputar mengitari pusat bola, seiring
dengan berputarnya bola.

Jadi, dalam waktu yang bersamaan, lingkaran-lingkaran kecil itu melakukan
gerak berputar dengan berpusat pada dua titik yang berbeda. Yang pertama,
mengelilingi titik pusat lingkarannya. Yang kedua, mengelilingi pusat bola.

Begitulah pergerakan alam semesta. Dalam waktu yang bersamaan
mengelilingi pusat-pusat lingkaran di langit pertama, tapi dalam waktu yang
bersamaan seluruh isi langit pertama : ruang, waktu, materi, energi dan
informasi, mengelilingi pusat langit ke dua.

Materi dan energi berpusar mengelilingi pusat langit pertama. Ruang,
waktu, dan informasi, mengembang seiring dengan 'mekarnya' alam semesta.
Tapi secara keseluruhan, semuanya sedang bergerak melingkar mengitari pusat
langit kedua.

Dan yang menarik, sebagaimana kita ketahui langit-langit itu terus
bersusun-susun secara dimensional. Langit pertama dan kedua itu pun sedang
bergerak berpusar mengitari pusat alam yang lebih tinggi, yaitu di langit
ketiga.

Langit ketiga, kedua dan langit pertama mengitari pusat langit ke empat.
Mengitari pusat langit ke lima, langit ke enam dan langit ke tujuh. Lantas,
kemanakah semua langit yang bersaf tujuh itu berputar? Ternyata semuanya
sedang mengitari 'Arsy. Inilah pusat pergerakan seluruh alam semesta.
Sehingga berulang-ulang Allah menginformasikan kepada kita tentang 'Arsy.

QS. Ar Ra'd (13) : 2
Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu
lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy, dan menundukkan matahari dan
bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur
urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu
meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.

Ayat di atas memberikan gambaran kepada kita bahwa Allah sedang terus
meninggikan langit ke segala arah. Bukankah langit adalah seluruh ruang di
'atas' bumi. Karena bumi berbentuk bulat, maka atasnya bumi itu berbentuk
meruang, ke segala penjuru. Artinya Allah sedang menginformasikan kepada
kita bahwa alam semesta sedang mengembang ke segala penjuru - expanding
universe.

Berkembang kemana? Bukankah langit adalah seluruh ruang itu sendiri?
Selama di situ ada ruang, maka itu masih disebut langit. Jadi kemana langit
kita ini mengembang? Jawabnya: ke langit ke dua yang berdimensi lebih
tinggi. Yang sekarang ini juga sedang mengembang.

Seperti sebuah 'garis' yang memanjang ke arah melengkung permukaan bola.
Garis berdimensi 1, dan permukaan bola berdimensi 2. Permukaan bola itu
sendiri sedang mengembang ke arah ruang sekitarnya yang berdimensi 3.
Itulah yang sedang terjadi dengan langit kita, yang bersaf tujuh.

Selain menginformasikan bahwa langit ini sedang mengembang, Allah juga
menginformasikan bahwa seluruhnya sedang beredar alias berpusar seiring
dengan pergerakan waktu.

Kemana putaran itu berpusar? Ke arah Arsy. Dari pusat itulah Allah
mengendalikan seluruh putaran. Menundukkan pergerakan matahari dan bulan.
Jika kita tahu, bahwa jumlah matahari di alam semesta ini
bertriliun-triliun, maka kita akan bisa merasakan bahwa ayat itu sebenarnya
bukan hanya menggambarkan tata surya kita, melainkan sedang menggambarkan
langit pertama secara keseluruhan.

Bahkan di ayat berikut ini, Allah menggambarkan bahwa Arsy itu bukan
hanya menjadi pusat benda-benda langit, tetapi sekaligus menjadi pusat dari
seluruh langit yang bersaf tujuh.

QS. Al Mukminuun (23) : 86
Katakanlah: "Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya
'Arsy yang besar?"

QS. Al A'raaf (7) : 54
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan
bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan
malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya
pula) matahari, bulan dan bintang-bintang, tunduk kepada perintah-Nya.
Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah,
Tuhan semesta alam.

Allah menegaskan bahwa seluruhnya itu tunduk kepada perintahNya.
Pemerintahan dan kerajaanNya berpusat di Arsy. Dan kemudian Dia tegaskan,
bahwa Dia adalah Tuhan Semesta Alam. Yang mengendalikan seluruh dimensi
langit yang tujuh.

QS. Ali Imran (3) : 189
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Kuasa atas
segala sesuatu.

QS. Al Baqarah (2) : 107
Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan
Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang
penolong.

Beberapa kawan menafsirkan Arsy itu sebagai singgasana. Sehingga kita
seringkali membayangkan sebuah kursi singgasana milik raja. Kita
membayangkan Allah duduk di atas kursi itu. Kemudian kita terjebak kepada
merendahkan sifat-sifatNya.

Bagaimana tidak? Kalau kita membayangkan Allah duduk di atas singgasana,
berarti kan singgasana itu lebih besar dari Allah. DzatNya bisa 'diwadahi'
oleh Arsy? Sungguh salah besar. Atau, jangan-jangan kita membayangkan bahwa
Arsy itu adalah bagian dari unsur ketuhanan.

QS. Al Anbiyaa (21) : 22
Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah
keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai 'Arsy
daripada apa yang mereka sifatkan.

Sama sekali bukan seperti bayangan kita itu. Allah adalah pemilik Arsy.
Bahkan penciptanya. Sehingga di dalam ayat yang lain Allah mengatakan,
Allah adalah tuhannya Arsy. Berarti Arsy itu tunduk kepadaNya. Mengikuti
perintaNya. Maha Suci Allah dari yang kita sifatkan.

QS. Al Mukminuun (23) : 116
Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia,
Tuhan 'Arsy yang mulia.

Maka saya mempersepsi Arsy secara lebih proporsional. la bukan singgasana
seperti yang kita bayangkan, melainkan pusat kendali seluruh alam semesta.
Langit yang tujuh. Pusat kendali itu berada 'di atas' dimensi tertinggi
yang dimiliki oleh langit ke tujuh. Malaikat pun tidak bisa masuk ke
dalamnya. Hanya bisa berkeliling di sekitarnya.

Itulah yang bakal disaksikan pada saat hari akhir nanti. Manusia akan
bisa mempersepsi langit ke tujuh yang berdimensi sembilan. Para malaikat
berkeliling di seputar Arsy. Tidak bisa masuk ke wilayah inti pusaran
tersebut. Segala makhluk tidak akan mampu masuk ke dalamnya karena bakal
hancur tak berbentuk. Inilah Pusaran energi tertinggi di alam semesta, yang
tidak bisa diukur lagi. la menjadi pusat dari seluruh pusaran maha raksasa
yang melibatkan bertriliun-triliun materi, energi, ruang, waktu, dan
informasi.

QS. Az Zumar (39) : 75
Dan kamu akan melihat malaikat-malaikat berlingkaran di sekeliling 'Arsy
bertasbih sambil memuji Tuhannya; dan diberi putusan di antara hamba-hamba
Allah dengan adil dan diucapkan: "Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta
alam".

Dalam konteks itmu kosmologi, wilayah seperti ini dikenal sebagai black
hole alias lubang hitam. Tidak ada seorang ilmuwan pun yang tahu, ada apa
di dalam lubang hitam itu. Apalagi di balik keberadaan lubang hitam itu.
Gravitasinya luar biasa dahsyat. Segala yang ada di sekitarnya ditarik
menuju pusat gravitasinya. Termasuk cahaya pun tidak bisa keluar dari
lubang hitam itu. Cahaya hanya bisa bergerak dan berpusar di jarak
tertentu, di bagian luar medan gravitasinya. Para ilmuwan mengarah kepada
kepahaman ini, karena pusat alam semesta memang harus memiliki gravitasi
luar biasa besarnya agar bisa mengendalikan gerakan alam semesta yang
berpusar-pusar dalam jarak bermiliar-miliar tahun cahaya. Dan jumlah
materi-energi yang demikian raksasa.

Tidak ada benda apa pun di alam semesta yang gravitasinya bisa menandingi
black hole. Karena itu bisa dipahami, kalau pendapat para ahli kosmologi
mengarah kepada black hole sebagai pusat pusaran alam semesta.

Yang menarik, di pusat black hole itulah diperkirakan seluruh hukum alam
semesta ini runtuh. Hitungan matematis dan pendekatan fisika tidak bisa
digunakan lagi untuk memprediksi segala kondisinya. Karena semua kondisi
menjadi kosong mutlak.

Jadi, seluruh realitas di alam semesta ini ternyata sedang bergerak
melingkari sebuah pusat yang kosong. 'Yang kosong' mengendalikan 'yang
berisi'. Keber-ADA-an berputar-putar di sekitar keTIDAK ADA-an. Inilah
pasangan abadi dan serasi yang diciptakan oleh Allah dalam keseimbangan
sempurna.

Alam semesta diciptakan dari 'Ketiadaan' menjadi 'ada', dan berkembang
sampai kini. Suatu ketika nanti, segala yang 'ada' itu akan berhenti
bergerak dan kemudian membalik ke arah pusatnya -kekosongan. Akhirnya,
lenyap dalam 'Ketiadaan' sempurna.

Di balik kekosongan itulah pusat 'kerajaan' alam semesta. Semua
'realitas' yang ada di alam semesta hanyalah proyeksi dari sebuah REALITAS
TUNGGAL dari 'SESUATU' yang berada di baliknya.

Realitas ini tak lebih dari sebuah permainan cahaya yang berasal dari
balik 'kekosongan mutlak' itu. Seperti saat kita menonton film di sebuah
bioskop. Gambar 'hidup' yang bergerak di layar hanyalah proyeksi dari film
yang disorot lampu dari sebuah proyektor, di belakang penonton.

Di zaman sekarang kita bisa menonton permainan cahaya yang lebih canggih
yang disebut hologram. Jika bioskop adalah proyeksi di layar dua dimensi,
maka hologram bisa diproyeksikan ke 'layar' tiga dimensi di dalam ruang.

Maka sejumlah sinar laser bisa digunakan untuk membentuk bayangan
manusia, binatang tumbuhan dan sebagainya. Bayangan itu bisa bergerak di
dalam ruang persis seperti benda asli yang diproyeksikan dari suatu ruang
proyektor yang ada di belakang penonton. Begitulah Allah mengambarkan.

QS. An Nuur (24) : 35
Allah mencahayai langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah
seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar.
Pelita itu di dalam kaca, kaca itu seakan-akan bintang seperti mutiara,
yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, pohon
zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula di sebelah barat,
yang minyaknya hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya
di atas cahaya, Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia
kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan
Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Ayat di atas menggambarkan suatu perumpamaan yang mirip dengan ruang
proyektor. Ada sebuah ruang gelap tak tembus, dimana di dalamnya ada sumber
cahaya yang sangat terang. Cahaya itu bersinar dari sebuah 'PELITA' yang
menyala dengan sendirinya.

Cahayanya memancar lewat sebuah lubang menuju ruang yang terhampar di
seluruh langit dan bumi. Cahaya yang dipancarkan itu berlapis-lapis dengan
segala macam warna dan tingkat frekuensinya. Dan kemudian membentuk seluruh
realitas yang ada. Cahaya hanyalah pancaran dari SANG PELITA. Dan seluruh
realitas yang dihamparkan di 'layar' langit dan bumi ini hanyalah sekadar
proyeksi dari permainan cahaya-cahaya tersebut. Sangat mirip dengan sebuah
permainan hologram.

Bedanya, hologram diproyeksikan ke dalam ruang 3 dimensi. Sedangkan
seluruh realitas ini diproyeksikan ke ruang 9 dimensi: 7 petala langit.

Maka, black hole itu hanyalah sekadar lubang proyeksi untuk langit
pertama. Di balik black hole itulah SANG REALITAS sedang memancarkan
cahaya-cahaya yang menyorot menjadi semacam hologram: dunia dengan segala
isinya.

Black hole yang menjadi pusat pergerakan langit pertama dengan segala
isinya itu ikut berputar mengelilingi pusat langit kedua. Di sana ada black
hole yang menjadi pusat proyeksi langit kedua. Dimana, langit pertama ini
menjadi bagian kecil dari realitas langit kedua.

Seluruh reatitas kehidupan di langit kedua itu adalah permainan proyeksi
hologram juga. Begitulah seterusnya, sampai langit yang ke tujuh. Yang
berdimensi 9. Nah, seluruh realitas yang terhampar di ruang berdimensi 9
itu adalah proyeksi dari REALITAS TUNGGAL yang berada di balik Arsy.

QS. Al Mukmin (40) : 7
(Malaikat-malaikat) yang memikul 'Arsy dan malaikat yang berada di
sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta
memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): "Ya
Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah
ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan
peliharalah mereka dari siksaan neraka yang bernyala-nyala

QS. Al Haqqah (69) : 17
Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu
delapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Tuhanmu di atas mereka.

Allah menggambarkan bahwa cahaya-cahaya kemalaikatan itu mencapai seluruh
penjuru langit. Tapi, di sekitar Arsy itu sendiri berkeliling para malaikat
yang terus bertasbih. Di antaranya ada delapan malaikat yang menjadi
petugas utama dari proyeksi 'hologram' alam semesta.

Malaikat adalah makhluk-makhluk cahaya yang diutus oleh Allah
menjembatani proyeksi tersebut. Bahkan, sebenarnya malaikat pun menjadi
bagian dari proyeksi hologram itu. Ada 8 'berkas cahaya' yang 'menopang'
Arsy. Ke-delapan berkas yang keluar dari Arsy itu kemudian berpusar di
sekeliling Arsy dan memancar ke segala penjuru alam semesta. Mereka
'melesat' dengan kecepatan berbeda-beda sesuai dengan derajat dan tugasnya.

QS. Ash Shaaffaat (37) : 164-165
Tiada seorangpun di antara kami (malaikat) melainkan mempunyai kedudukan
yang tertentu,
dan sesungguhnya Kami benar-benar bershaf-shaf (bertingkat-tingkat).

QS. Faathir (35) : 1
Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat
sebagai utusan-utusan yang mempunyai 'sayap', masing-masing dua, tiga dan
empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya.
Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.


KITA ADALAH 'BAGIAN'

Hal mendasar yang penting untuk kita pahamkan dari pembahasan sebelum ini
adalah, bahwa seluruh alam semesta ternyata sedang bergerak berpusar tiada
henti, dan berpusat ke Arsy. Dari balik Arsy itulah Allah memproyeksikan
seluruh kejadian dan mengendalikannya.

Hal penting kedua, ternyata Arsy yang menjadi pusat pergerakan itu berada
sangat dekat dengan seluruh penjuru alam semesta, dan meliputinya. Sehingga
Allah mengatakan di ayat terakhir yang kita kutip sebelum ini: 'Dia
bersemayam di atas Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan
apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang
naik kepadanya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah
Maha Melihat apa yang kamu kerjakan'.

Tidaklah mudah untuk memahami sebuah pusat pergerakan yang sekaligus
meliputi segalanya. Biasanya yang disebut sebagai pusat adalah lokasi yang
berada jauh dari posisi parsialnya.

Katakanlah pusat bola yang sedang berputar. Tentu, permukaan bola itu
memiliki jarak tertentu dari pusatnya. Tapi sekarang marilah kita berpikir
dan membayangkan perumpamaan secara berjenjang ke arah dimensi yang lebih
tinggi.

Kita bahas terlebih dahulu konsep 'meliputi'. Bayangkan sebuah benda
berada di dalam ruang berdimensi lebih tinggi. Gambarlah sebuah 'garis'
-benda berdimensi 1- di permukaan luasan kanvas -benda berdimensi 2.

Kita bisa mengatakan bahwa garis itu adalah benda berdimensi 1 yang
sedang berada di dalam 'ruang' berdimensi 2. Atau dengan kata lain, kita
juga bisa mengatakan bahwa garis itu sedang 'terendam' di dalam ruang
berdimensi 2.

Karena ia terendam, maka ia sedang diliputi oleh ruangan berdimensi lebih
tinggi. Dan karena ia sedang terendam, maka pada dasarnya garis itu sangat
dekat dengan dimensi yang lebih tinggi tersebut. Bahkan, dimensi 1 itu
adalah 'bagian' dari ruang dimensi 2 itu sendiri. Sebab sebuah luasan
memang tersusun dari garis-garis berjumlah tak berhingga.

Jika garis itu kita bentuk menjadi sebuah lingkaran -sebuah lingkaran di
atas kanvas- maka lingkaran itu pun 'terendam' di ruang berdimensi 2 yang
kita jadikan kanvas bagi eksistensi garis tersebut. Pusat lingkaran itu,
juga ikut terendam di dalam ruang berdimensi 2. Jadi sepotong garis, apa
pun bentuknya bakal selalu 'terendam' di dalam dimensi yang lebih tinggi.
Itulah yang dimaksud dengan 'meliputi'.

Yang lebih menarik, jarak antar dua titik di sepanjang garis itu akan
berjarak lebih dekat ketika garis itu dilengkungkan. Apalagi menjadi sebuah
lingkaran.

Ambil sepotong garis. Tandailah ujung satunya dengan huruf A, dan ujung
lainnya dengan huruf B. Kemudian lengkungkan sembarang, maka jarak kedua
titik A ke B itu menjadi lebih dekat. Apalagi jika dilengkungkan sampai
membentuk sebuah lingkaran. Titik A dan B akan semakin mendekat, dan
akhirnya bertemu di satu titik. Terjadilah lingkaran.

Jadi, jarak kedua titik sembarang di sebuah benda berdimensi 1 yang
melengkung akan menjadi lebih dekat ketika diakses atau ditempuh dari ruang
berdimensi 2. Jika ditingkatkan dimensinya, kondisinya akan sama. Benda
berdimensi 2 jika dilengkungkan, jarak antar kedua titiknya akan mendekat

Ambillah selembar kertas, kemudian lengkungkan sampai membentuk silinder,
maka jarak antar 2 titik sembarang di permukaan lembaran itu akan lebih
dekat jika ditempuh dari dimensi 3. Lewat ruang di tengah silinder.
Apalagi, permukaan silinder yang 2 dimensi itu sebenarnya sedang 'terendam'
dan menjadi bagian dari ruang 3 dimensi di sekitarnya.

Dan seterusnya, kita bisa membuat perumpamaan tentang benda-benda yang
berada di dalam ruang berdimensi lebih tinggi. Bahwa langit yang lebih
rendah adalah penyusun dari langit yang lebih tinggi. Bahkan 'terendam' di
dalam langit yang lebih tinggi

Langit pertama dengan segala isinya 'terendam' di dalam langit kedua.
Langit kedua - dan segala isinya- 'terendam' di dalam langit ke tiga.
Langit ketiga dan seterusnya sampai langit ke enam, 'terendam' di dalam
langit ke tujuh yang berdimensi Sembilan. Dan akhirnya seluruh langit
bersaf tujuh itu 'terendam' di dalam Arsy Allah.

Karena itu, Allah sang Pemilik Arsy itu sebenarnya meliputi seluruh
makhluknya. Mulai dari Arsy sampai ke langit yang pertama. Bahkan seluruh
bagian terkecil dari langit pertama pun diliputi oleh Arsy. Dan, Arsy itu
diliputi oleh Allah.

Maka, kini menjadi agak jelas, bahwa Arsy yang menjadi pusat pusaran
seluruh energi dan materi alam semesta itu sebenarnya sangat dekat dengan
kita, sekaligus meliputi. Bahkan, sebenarnya kita ini adalah 'bagian' dari
pusaran energi alam semesta.

Arsy bukanlah black hole. la berada di balik black hole. Sedangkan black
hole itu sendiri hanya sebagian dari eksistensi alam semesta. Lubang hitam
hanya menjadi salah satu bagian dari Arsy. la berisi ketiadaan mutlak.
Tempat lenyapnya alam semesta -runtuh menuju pusat- di suatu waktu yang
disebut sebagai kiamat kubra.

Maka, alam semesta yang 'ada' ini memiliki pasangannya di dalam black
hole dalam bentuk 'ketiadaan'. Inilah pasangan abadi yang berulang kali
disebut Allah di dalam Al Qur'an. Bahwa alam semesta ini diciptakan
berpasang-pasangan.

QS. Adz Dzaariyaat (51) : 49
Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat
akan kebesaran Allah.

Allah menceritakan bahwa keberadaan alam semesta ini sengaja
dipertahankan olehNya. Dijaga agar tidak lenyap. Akan tetapi, jika Allah
menghendaki, alam semesta ini bakal benar-benar lenyap. Termasuk kita,
manusia. Lenyap dalam ketiadaan abadi. Tanpa bekas!

QS. Faathir (35) : 41
Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan
sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan
keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha
Pengampun.

Jadi, ADA dan TIADA adalah sebuah 'keharusan' yang membentuk keseimbangan
semesta. Tapi, keduanya hanya penampakan saja dari 'sesuatu' yang lebih
substansial, yang justru metiputi keduanya. Itulah Arsy Allah. la adalah
'Pusat Pemerintahan' yang sangat Besar dan Agung. Yang diciptakan oleh
Allah seiring dengan penciptaan langit dan bumi.

QS. Yunus (10) : 3
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi
dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur
segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah
ada izinNya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah
Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?

QS. Al Mukminun (23) : 86
Katakanlah: "Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya
'Arsy yang besar?"

Kita akan memperoleh kepahaman yang lebih baik tentang Arsy sebagai pusat
alam semesta itu jika mempelajari teori Big Bang alias Ledakan Besar.

Dikatakan bahwa alam semesta ini dulu tercipta dari sebuah ledakan dari
pusatnya. Ledakan itu terjadi karena seluruh benda-benda langit dan energi
yang terkandung di dalamnya dikompres menjadi sebuah cikal bakal alam
semesta yang bervolume sangat kecil -hampir nol.

Karena mengandung energi besar dalam volume yang sangat kecil itu, maka
cikal bakal alam semesta menjadi tidak stabil. Dan kemudian meledak.
Terbentuklah alam semesta yang mengembang seperti sekarang kita lihat.
Gerakan mengembang itu diringi gerakan berpusar, secara parsial maupun
universal, dengan berpusat di titik penciptaannya.

Maka, pusat itulah yang diduga sebagai black hole. Di dalam black hole
adalah kekosongan mutlak. Sedangkan di balik kekosongan itu ada suatu
dimensi lebih tinggi yang merangkum ADA dan TIADA, itulah Arsy. Sehingga
kita menjadi lebih paham ketika Allah menceritakan keberadaan Arsy terkait
dengan proses penciptaan alam semesta.

QS. Al Anbiyaa' (21) : 30
Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi
itu keduanya dahulu padu, kemudian kami pisahkan keduanya.

Itulah yang dipersepsi sebagai terjadinya proses penciptaan lewat ledakan
besar alias Big Bang. Allah menciptakan langit dan bumi dalam 6 masa. Dan
Arsy-Nya berada di atas 'air'.

Penggunaan kata air - al maa'- menunjuk kepada suatu zat cikal bakal alam
semesta yang berbentuk seperti jeli. Atau dalam istilah kosmologi disebut
sebagai sop kosmos. Suatu zat yang bukan padat, bukan cair, bukan gas,
dalam suatu kondisi bertekanan sangat tinggi, dan suhu sangat panas tiada
terkira.

QS. Huud (11) : 7
Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah
'Arsy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih
baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): "Sesungguhnya
kamu akan dibangkitkan sesudah mati", niscaya orang-orang yang kafir itu
akan berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata".

Itulah zat yang meledak menjadi alam semesta. Zat yang berukuran sangat
kecil itu -hampir nol- dipersepsi sebagai 'muncul dari ketiadaan'. Maka,
dalam ayat berikut ini Allah mengatakan Arsy-Nya berada di atas al maa' -
cikal bakal alam semesta.

Maka, seluruh materi, energi, ruang, waktu dan informasi yang bakal
terjadi, semuanya tersimpan dan muncul dari dalam sop kosmos itu. Termasuk
seluruh tata hukum alias sunnatullah yang berlaku di seluruh penjuru alam
semesta. Itutah yang disebut : Allah memerintah dan mengendalikan seluruh
kerajaan langit dan bumi.

Dengan penjelasan di atas kita dapat memperoleh gambaran yang universal,
bahwa ternyata kita ini hanyalah bagian kecil dari sebuah tatanan besar,
tiada berhingga, yang disebut sebagai langit bersaf tujuh. Dan langit
bersaf tujuh itu adalah bagian dari 'sesuatu' yang lebih besar lagi yang
disebut Arsy. Dan Arsy itu juga merupakan 'sebagian' dari SESUATU yang jauh
lebih besar lagi yaitu ALLAH AZZA WAJALLA. DZAT YANG MAHA AGUNG DAN MAHA
PERKASA...


IKUTI ARUS JANGAN MELAWAN

Karena kita adalah 'bagian' dari pusaran alam semesta, maka secara
alamiah kita harus mengikuti pusaran tersebut. Jika tidak, kita bakal
terpelanting dari arus pusaran.

Kita tidak mungkin melawan. Ini hukum alam. Sunnatullah. Dan yang jelas,
arus itu demikian besarnya. Sehingga orang yang melawan bakal mengalami
masalah. Seperti sedang menyiapkan 'jurang' dan kuburannya sendiri di masa
depannya.

Orang yang memutuskan untuk mengikuti arus bakal selamat. la sedang
bermain cantik dalam kehidupannya. Cerdik dan cerdas. Orang yang demikian
akan merasakan nikmatnya berada di dalam pusaran raksasa itu.

Yang harus dilakukannya, tinggal bagaimana caranya agar ia bisa mencapai
pusat pusaran. Sebuah perjuangan untuk bergabung menjadi inti pusaran.

Tapi, kenapa kita harus bergabung ke pusat? Karena di pusat itutah
kontrol atas seluruh energi terjadi. Di pusat itu pula, seseorang bisa
'melihat-lihat' pemandangan dan memperoleh informasi tanpa harus
berkeliling. Dan di pusat itu pula seseorang bisa memperoleh
'segala-galanya' tanpa perlu berusaha lagi.

Seluruh akses terhadap segala yang kita butuhkan ada di sana. Maka,
berada di pusat pusaran adalah kemenangan yang besar. Kenikmatan yang tiada
tara. Tujuan final dari setiap kita.

Lantas, bagaimana cara mencapai pusat secara efektif dan efisien?
Sebenarnya sangat sederhana. Yang pertama, jangan melawan arus alam. Karena
anda akan terpelanting jatuh. Dan yang kedua, butuh usaha untuk masuk ke
dalam. Sebab, memang pusaran itu cenderung melempar segalanya ke arah luar.
Itulah yang dalam ilmu fisika disebut sebagai gaya sentrifugal, alias gaya
lempar.

Nah, memang 'usaha' itulah yang menjadi inti permainan dalam kehidupan
ini. Untuk mencapai kesuksesan kita perlu melakukan usaha tertentu. Kalau
kita tidak melakukan usaha, kita akan terlempar semakin ke arah luar.

Karena itu ada 3 macam usaha. Jika usaha kita rendah atau tidak berusaha,
kita akan kalah dan terlempar dari pusaran. Jika usaha kita sedang, kita
hanya akan mampu bertahan saja. Tapi, jika usaha kita keras, kita akan
menang. Dan mencapai pusat. Tapi sekali tagi, usaha itu tidak boleh melawan
arus. Karena kalau melawan arus, sebesar apa pun usaha itu, kita bakal
terpelanting. Kuncinya adalah berusaha keras untuk masuk ke pusat pusaran,
sambil mengikuti arus. Dan kemudian beringsut perlahan-lahan menuju pusat.

Itu adalah cara konvensional. Dengan cara mengandalkan kekuatan sendiri.
Ada cara yang lebih cepat, yaitu minta tolong kepada YANG BERADA DI PUSAT.
Kita minta tolong kepadaNya agar menarik kita menuju pusat pusaran. Apakah
bisa?

Ya, begitulah Allah menggambarkan. Bagaimana bentuk pertolongan itu? Oleh
Allah digambarkan berbentuk seutas tali. Ada tali yang dijulurkan oleh
Allah kepada kita yang sedang berputar dalam pusaran alam semesta ini. Tali
itu sangat kuat, dan tidak bisa putus. Jika kita berpegang kepada tali itu,
maka kita tidak akan mengalami gejolak yang membahayakan selama dalam
pusaran. Bahkan, tali tersebut akan menarik kita menuju pusat pusaran
dengan cepat dan aman. Bahkan nikmat.

QS. Luqman (31) : 22
Dan barangsiapa berserah diri kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat
kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang
kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan.

QS. Al Baqarah (2) : 256
Tidak ada paksaan dalam agama; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar
daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada
Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang
kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Kedua ayat di atas sangat menarik. Seseorang dikatakan telah memegang

tali yang sangat kuat dan tidak bisa putus adalah jika dia
?setidak-tidaknya- melakukan hal-hal berikut. Yang pertama, beragamanya
tidak terpaksa alias dengan kepahaman dan keikhlasan. Tahu mana yang salah
dan mana yang benar. Yang kedua, dia hanya bertuhan dan berserah diri
kepada Allah. Dan yang ketiga, dia banyak berbuat kebajikan.

QS. Al Maidah (5) : 35
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan
yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya
kamu mendapat keberuntungan.

Begitulah cara mendekatkan diri kepada Allah yang berada di pusat
pergerakan seluruh alam semesta. Cara yang paling mudah dan efektif.
Ibaratnya, kita berada di dalam pusaran air, kemudian ada yang melemparkan
tali kepada kita untuk menolong. Tentu saja kita sambut uluran tali itu.
Kita pegang erat-erat. Kemudian kita beringsut mendekatkan diri terus,
sampai ke ujung tali. Maka selamatlah kita.

Nah, ketika kita mendekatkan diri untuk menuju pusat pusaran, usaha yang
kita keluarkan akan semakin ringan, dan semakin ringan. Bertambah dekat
dengan pusat akan semakin ringan. Kenapa? Karena 'gaya lempar' yang
dihasilkan oleh pusaran itu akan semakin kecil di bagian yang dekat pusat.
Dan persis di pusat lingkaran, tidak ada lagi 'gaya lempar', karena kita
telah menyatu dengan sumbu putarnya.

Bahkan, persis di tengah-tengah pusatnya, gerakan berputar itu menjadi
nol. Segala hukum gerak yang demikian dahsyat dalam pusaran itu tidak
berlaku. Diam sempurna. Jadi, segala yang bergerak ini sebenarnya sedang
mengitari sesuatu yang diam sempurna. Itulah gambaran yang telah kita bahas
di depan. Black hole adalah pusat dari seluruh pusaran alam semesta. Di
dalamnya adalah sebuah ketiadaan mutlak. Alias Nol. Kosong sempurna.

Tetapi sebagaimana telah kita bahas, 'keberadaan' alam semesta ini
bergerak berimbang dengan 'ketiadaan' alam semesta yang ada di pusatnya.
Keduanya tidak diam, melainkan juga berpusar dengan berpusat pada Arsy.
'ADA' dan 'TIADA' terus berdinamika sepanjang waktu yang berjalan.
Berputar-putar di sekitar Arsy Allah.

Maka tujuan kita adalah menuju pusat, dan bersatu dengan sumbunya. Di
sanalah kebahagiaan sejati berada. Di sanalah segala hukum gerak telah
tiada. Yang ada hanyalah kemutlakan dan keabadian. Tapi itu semua berjalan
seiring waktu. Segala yang ada ini bakal lenyap terlebih dahulu menuju
black hole di pusat alam semesta, pada saat kiamat kubra. Seluruhnya
lenyap. Dan kemudian bersatulah antara ADA dan TIADA kembali kepada
SUMBERnya.

Namun, bagi mereka yang bisa berserah diri kepada Allah, sekarang pun
sudah bisa merasakan kebersatuan itu. Meskipun ia masih hidup di dunia ini.
Tidak perlu menunggu sampai terjadinya kiamat kubra terlebih dahulu. Cukup
dengan mengikuti tahapan-tahapan yang diajarkan oleh Allah lewat RasulNya:
Ikhlas dalam beragama, berserah diri kepada Allah, dan banyak berbuat
kebajikan.

Jika diformulasikan secara universal, ketiga hal itu sebenarnya adalah
sebuah upaya untuk 'melenyapkan diri', dan menyatu dengan realitas
kehidupan. Itulah teknik pendekatan sempurna untuk bersatu dengan Allah.
Lebih jauh akan kita bahas dalam bagian-bagian berikutnya.


KESEIMBANGAN

Bagian akhir dari bab 'tentang keselarasan' ini adalah 'Keseimbangan'.
Kita telah tahu bahwa alam semesta adalah pusaran energi tiada henti. Kita
juga telah tahu bahwa seluruhnya berpusat di Arsy Allah. Kita pun semakin
tahu, bahwa kita hanyalah bagian dari pusaran energi yang luar biasa besar
dan dahsyat itu.

Karena itu kita menjadi paham, bahwa sebaiknya kita tidak melawan
pusaran. Tapi, justru mencoba merasakan gerak berpusar tersebut, dan
kemudian menjadi bagian tak terpisahkan darinya. Bahkan, kita mesti
bertujuan untuk masuk ke dalam pusaran, untuk bersatu dengan pusat pusaran.
Karena di sanalah kita akan memperoleh segala-galanya. Maka, selain memohon
pertolongan dan berserah diri kepadaNya, ada tips yang harus dijalankan
dengan baik, yaitu: kita lakukan semua proses itu dalam keseimbangan.

Kenapa mesti dalam keseimbangan? Karena sistem berputar itu ternyata
dibangun dalam sebuah keseimbangan sempurna. Siapa saja yang tidak bergerak
dalam keseimbangan, ia akan jatuh terpelanting.

QS. Al Mulk (67) : 3
Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali
tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak
seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang
tidak seimbang?

QS. Al Infithaar (82) : 7
Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan
(susunan tubuh) mu seimbang,

Coba kita cermati, Allah mengatakan bahwa seluruh eksistensi ini telah
diciptakan dalam keseimbangan. Baik alam semesta - langit dan bumi. Maupun
diri kita sendiri. Tidak ada yang tidak seimbang, kecuali telah dirusak
oleh ulah tangan manusia. Tapi, kerusakan itu berangsur-angsur akan menuju
pada keseimbangannya kembali. Biasa nya setelah meminta 'korban'.

Ambil contoh berbagai bencana, seperti banjir dan tanah tongsor yang
banyak terjadi di sekeliling kita. Semua itu terjadi karena rusaknya
keseimbangan alam akibat utah tangan manusia.

Ketika alam dalam keadaan seimbang, bencana seperti ini tidak terjadi.
Sebab alam memang memiliki mekanisme untuk saling mendukung dan
memperbaiki. Ketika oksigen di alam berkurang, maka pepohonan akan
memproses kandungan karbon dioksida menjadi oksigen kembali.

Ketika suhu memanas, maka sistem sirkulasi udara akan meniupkan angin ke
tekanan yang lebih rendah. Ketika, kelembaban berkurang, maka muncul
mekanisme untuk mengembalikan kelembaban tersebut. Tapi, itu semua bisa
terjadi jika kondisi alam masih seimbang.

Jika tidak, maka alam tidak akan menempuh cara itu. Yang muncul adalah
mekanisme 'batas dendam'. Karena alam sudah dirusak mekanisme
keseimbangannya, alam akan ganti merusak. Inilah hukum aksi-reaksi.

Kalau manusia menggunduli hutan, maka alam akan membatas dengan banjir
dan tanah tongsor. Suhu udara jadi lebih panas. Kelembaban jadi menurun.
Gersang. Sebenarnya ini adalah upaya alam untuk memperoleh keseimbangannya
kembali. Tetapi efeknya menghancurkan manusia.

Jika manusia tidak membantu alam untuk seimbang seperti sediakala, alam
akan terus melakukan reaksinya, untuk memperoleh keseimbangan yang
seharusnya. Manusia 'dipaksa' untuk menghijaukan hutan dan tingkungan
hidupnya kembali. Begitulah cara alam.

Dalam diri manusia pun terdapat keseimbangan sistem yang dikenal sebagai
homeostasis. Manusia akan sehat, jika badannya dalam keadaan seimbang.
Sebaliknya akan sakit jika tidak seimbang. Mulai dari yang ringan, seperti
pusing-pusing, sampai pada munculnya kanker atau pun kerusakan organ tubuh.
Semuanya akan kembali baik dan sehat, jika kita mengembalikan dalam
keseimbangannya

Jadi, keseimbangan adalah kunci keberhasilan. Kunci kesuksesan. Dalam
arti sesungguhnya. Siapa pun yang bisa mencapai keseimbangan akan
memperoleh kebahagiaan. Sebaliknya, yang menabrak keseimbangan bakal menuai
masalah.

Kalau kita amati, seluruh proses di sekitar kita sedang menuju
keseimbangan. Cuma, ada yang berjalan cepat. Ada yang berjalan lambat.

Air mengalir dari tempat tinggi di pegunungan menuju tempat rendah di
lautan, adalah sebuah proses mencapai keseimbangan. Angin berhembus dari
tempat yang bertekanan tinggi menuju ternpat bertekan rendah adalah proses
keseimbangan.

Suhu benda yang tinggi, menjadi berangsur-angsur mendingin sampai
mencapai suhu kamar, juga proses keseimbangan.

Bumi berputar mengelilingi matahari selama miliaran tahun pun proses
keseimbangan. Seluruh benda alam sedang bergerak berpusar-pusar juga sebuah
proses keseimbangan.

Jadi, secara umum kita bisa mengatakan apa pun yang terjadi disekitar
kita maupun pada diri sendiri, sebenarnya adalah sebuah proses menuju
keseimbangan. Bahkan, sebuah bencana sebenarnya adalah proses menuju
keseimbangan, akibat kerusakan yang dibuat oleh tangan manusia.

Tsunami dan gempa bumi, misalnya, adalah sebuah proses menuju pada
keseimbangan putaran bumi. Begitu juga banjir, badai, tanah longsor, dan
sebagainya. Lebih jauh tentang hal ini akan saya bahas dalam Diskusi yang
terpisah, yang insya Allah berjudul: 'KENAPA TERJADI BENCANA'

QS. Ruum (30) : 41
Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan oleh perbuatan
tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat)
perbuatan mereka, agar mereka kembali (kepada keseimbangan alam).

Jadi, keseimbangan adalah salah satu kunci tercapainya kondisi sukses,
selamat dan nikmat. Sayangnya, banyak di antara kita yang tanpa sadar telah
merusak keseimbangan. Tapi, akibatnya sama saja. Sadar atau tidak, jika
kita merusak keseimbangan hasilnya akan menyakitkan kita semua.

QS. Al Baqarah (2) : 12
Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan,
tetapi mereka tidak sadar

QS. Al A'raaf (7) : 56
Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah)
memperbaikinya, dan berdo'alah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh
harap. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat
baik.

Jadi, Allah selalu memperbaiki ketidakseimbangan yang terjadi. Itu memang
telah ditetapkan lewat sunnatullah. Lewat mekanisme alam. Bahwa yang tidak
seimbang, bakal mengalami proses penyeimbangan. Akan tetapi, manusia tidak
mau menyadarinya, sehingga selalu berbuat kerusakan, yang merugikan dirinya
sendiri.

Maka, Allah mengingatkan secara berulang-ulang agar kita tidak membuat
kerusakan di muka bumi. Karena semua itu bakal menjadikan alam tidak
seimbang, dan ujung-ujungnya membuat kita sendiri menderita.

QS. Ay Syu'araa' (26) : 183
Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu
merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan

QS. Al Anfaal (8) : 73
Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi
sebagian yang lain (untuk membuat kerusakan). Jika kamu (kaum muslimin)
tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan
terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.

Blog EntryMay 25, '06 8:57 AM
for everyone

PENGOBATAN ENERGI SEL & AURA TERFOKUS UNTUK PENYAKIT, MEDIS, METAFISIK & PSIKIS.

Therapy pengobatan yang lakukan menpergunakan Energi Sel (tenaga dalam) dan Aura (tenaga metafisika) yang disalurkan terfokus ke bagian-bagian tubuh pasien berfungsi membantu proses pemulihan kesehatan pasien. Dalam hal ini perlu dijelaskan:

*Energi Sel (Tenaga Dalam) menurut ilmu faal tubuh, manusia memiliki unsur kimia tubuh Adenosin Tryphospat (ATP) diproduksi sel mitokrondia yang dapat berupa menjadi energi melalui proses metabolisme tubuh dibantu oksigen dan glikogen.

*Aura (Tenaga metafisika) adalah selubung energi berupa gelombang elektromagnetik yang menyelimuti tubuh yang dapat dimodifikasi tanpa sesuai perintah otak.

Proses Therapy Dengan Energy Sel & Aura.

Terapis yang mempraktekan olahan energi tubuh (hawa panas & aura) dengan melakukan penyaluran energi (therapi pengobatan) terhadap pasien. Proses energi terapis yang memasuki tubuh pasien untuk melakukan pemulihan tubuh pasien adalah suatu proses yang alami dan ilmiah? Karena pada saat tangan terapis menyentuh bagian-bagian tubuh pasien yang sakit terjadi hubungan (koneksitas) semua aktifitas di dalam tubuh mereka, mulai dari aktifitas kinetik, kimiawi dan elektromagnetik.

Hal ini pula yang menyebabkan kenapa pasien yang sedang diterapi akan merasakan suatu aliran energi dari telapak tangan terapis, baik itu berupa getaran, arus listrik atau hawa panas itu sendiri berasal dari suatu sumber, yaitu sel. Setelah melalui mata rantai yang panjang. Adenosin Tryphospat (ATP) yang dihasilkan oleh mitokrondia melalui suatu mata rantai yang panjang. Adenosin Tryphospat (ATP) yang dihasilkan oleh mitokrondia dirubah menjadi energi kinetik dan elektromagnetik, yaitu berupa hawa panas, dan getaran.

Setelah energi tersebut masuk kedalam tubuh pasien, ia akan masuk ke dalam jaringan kulit, otot, tulang hingga akhirnya menuju sel, didalam sel, energi itu akan merangsang mitokrondia pasien agar bisa mnenghasilkan Adenosin Tryphospat (ATP) lebih banyak yang disebut ekspolaritas Adenosin Tryphospat (ATP). Proses ekploritas Adenosin Tryphospat (ATP) ini bisa berlansung cepat, bisa juga lambat tergantung dari sistem tubuh pasien.

Efek yang dirasakan oleh pasien, sebagai akibat dari hawa panas dan getaran adalah otot-otot tubuh menjadi kendor, begitu pula syaraf-syaraf, aliran darah menjadi lancar, suplai oksigen ke otak menjadi optimal, akibatnya banyak pasien yang mengantuk pada saat atau setelah terapi dilakukan, tapi ini merupakan hal yang normal.

Ekspolarasi Adenosin Tryphospat (ATP) ini sangat mirip sekali dengan proses yang terjadi apabila pasien menggunakan obat, karena fungsi obat adalah untuk mengaktifkan antibody tubuh. Antibody tubuh ini sendiri bersumber dari Adenosin Tryphospat (ATP) yang diproduksi mitokrondia (bagian sel yang berfungsi untuk melakukan respirasi sel)

Tubuh manusia pada dasarnya tidak memerlukan obat, karea fungsi obat sebetulnya hanya sebagai pemancingan untuk membangkitkan daya tahan tubuh,. Apabila dengan cara tertentu daya tahan tubuh bisa dibangkitkan, untuk menangkal berbagai penyakit yang terjadi dalam tubuh atau untuk menpertahankan staminia, manusia tidak lagi memerlukan obat-obatan.

Jenis-jenis penyakit.

Therapi tenaga dalam (hawa panas) dan tenaga metafisika (aura) menunjukkan perubahan yang positif terhadap kondisi pasien untuk beberapa kasus penyakit:

1. Penyakit medis; masalah yang berhubungan dengan kurang berfungsinya organ tubuh dan metabolisme tubuh serta penyebab gangguan dari luar tubuh (pola makan & lingkungan) dan bawaan dari lahir. Sebagai contoh: jantung, maag, darah tinggi/rendah, migrain, ginjal, asma, kanker, tumor, sinussitis, hernia, ambeyen, migrain, vertigo, paru-paru, myiom, kista, leukimia, rematik, stroke, lumpuh, penyumbatan/penyempitan pembuluh darah, diabetes, lever, epilepsi, idiot, autisme, hyperaktif, parkinson, alzheimer dan sebagainya.

2. Penyakit psikis; masalah yang berhubungan dengan mental dan jiwa akibat psikosomatis, depresi, stress, frustasi, demotivasi, gila, kurangnya suplai oksigen, phobia, trauma, pola pikir mubazir dan sebagainya.


Blog EntryMar 11, '06 12:23 PM
for everyone

Hipnoteraphy

Alam bawah sadar atau yang suka disebut jiwa atau pikiran bawah sadar adalah pusat kontrol manusia dalam berpikir sehari-hari. Manusia beraktifitas biasa-biasapun baik dia sadar atau tidak sadar, selalu tergantung dari apa yang terprogram dalam alam bawah sadarnya. Ingatan (memory) di otak adalah bagian utama program dari alam bawah sadar si manusia agar beraktifitas sehari-hari dalam keadaan sadar. Salah satu contoh adalah kemampuan menyetir kendaraan bermotor yaitu mobil. Ketika masih belajar menyetir, otak manusia akan benar-benar berkonsentrasi (memasuki keadaan Alpha di frekwensi 7-12 Hz ) agar cara-cara menyetir mobil benar-benar masuk ke dalam gudang memory. Selanjutnya setelah beberapa otak akan menyusun secara rapih ingatan-ingatan tersebut, maka alam bawah sadar akan secara otomatis menjalankan program sehingga kita tidak usah kepayahan berkonsentrasi saat menyetir mobil tersebut. Begitupun dengan trauma dan phobia. Trauma dan phobia amat erat kaitannya dengan ingatan kita. Ketika kita mengalami kejadian buruk dan itu benar-benar membekas dalam ingatan, maka response dari alam bawah sadar akan otomatis memprogram pikiran kita disaat sadar bahwa bila kita bertemu hal-hal yang mirip atau berkaitan dengan ingatan buruk kita, maka kita akan menolak/menjauhi hal tersebut.

Hipnotis berperan membantu bagaimana alam bawah sadar itu terbuka, dan disaat terbuka itulah program-program yang sudah tertanam di alam bawah sadar bisa kita setting sesuai kehendak kita. Memang program itu tidak mungkin kita hapus, tapi kita bisa lakukan penutupan program agar phobia atau trauma tersebut bisa dihilangkan, yaitu dengan menanamkan ingatan-ingatan yang baru untuk mengcounter ingatan yang lama, dimana kejadian buruk tsb menimpa si pasien. Disamping itu, hipnotis juga bisa berguna untuk memaksimalkan potensi yang ada di diri kita, termasuk meningkatkan daya tahan tubuh (kekebalan tubuh) dan juga meningkatkan motivasi kita untuk mencapai sesuatu. Dengan hipnotis, orang yang sakit bisa mempercepat pemulihan tubuhnya sendiri secara maksimal, apalagi bila hipnotis diterapkan pada pasien-pasien psikosomatis, yaitu penyakit fisik yang diakibatkan beban psikis (stress) yang terakumulasi.

Ada beberapa hal yang perlu ditekankan dalam hipnoteraphy ini, pertama keadaan rileks si pasien bisa lebih tercapai, karena pada saat rileks itulah sebenarnya kondisi tubuh dan otak bisa memasuki alam bawah sadarnya, dan disaat itulah hal-hal yang luar biasa dapat kita kondisikan. Oleh karena itu, sudah saatnya manusia itu bisa memprogram alam bawah sadarnya sendiri guna mencapai kualitas kehidupan yang jauh lebih baik.

Dalam kondisi terhipnotis, seseorang mudah diisi program pada alam bawah sadarnya. Ini yang kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan terapi, dari berbagai kasus kejiwaan, seperti :

* Mengurangi stres.
* Mengurangi berat badan (dengan merubah pola makan).
* Problem emosi : Stres, cemas, takut, dendam, menghapus memori masa lalu (korban kekerasan/perkosaan,dll).
* Menghentikan kebiasaan buruk : Narkoba, merokok, judi, sikap lamban, malas, pemalu, gagap, menggigit-gigit kuku.
* Problem : Seks, makan dan tidur (sulit/berlebihan).
* Meningkatkan prestasi : Belajar, olah raga, bisnis, kreatifitas.
* Mengurangi nyeri (cabut gigi, sunat, operasi kecil, melahirkan) dll.


Natural Therapy
Jl. Danau Indah Barat Raya Blok B1/no.1 Rt08/Rw13 Sunter Jakarta Utara... Telpon 02165830956, 081802069293, 081280606476 atau 08561122671